MAKALAH BK BIMBINGAN DAN KONSELING

READ MORE - MAKALAH BK BIMBINGAN DAN KONSELING

Koleksi Kumpulan Karya Tulis Ilmiah

Tidak salah kalau sobat datang di blog kita dengan banyak sekali kumpulan karya ilmiah yang bisa untuk membantu dalam menyelasikan tugas sekolah ataupun kuliah nahh jangan sampai tidak mengerjakan tugas sekolah nya bisa jadi kita mendapatkan nilai yang jelek.


Oke berikut sobat bisa lihat koleksi nya banyak seklai mengenai makalah makalah yang bisa untuk silahkan di copas di word untuk sedikit dibenahi dan di perbaiki kata kata yang mungkin salah dan kurang berkenan, nahh jangan sampai ketahuan juga klau hasil makalah sobat itu hasil kopas. silahkan jangan ragu.

semoga bermanfaat kita disini berusaha untuk membantu saja tampa ada maksut apa2. nahh bagi kalian untuk koleksi makalah yang leih banyak lihat di artikel terkait atau klik link disamping.
READ MORE - Koleksi Kumpulan Karya Tulis Ilmiah

Makalah Globalisasi

Berikut adalah makalah globalisasi sosial budaya makalah globalisasi pdf makalah globalisasi pendidikan makalah globalisasi ekonomi pengertian globalisasi makalah globalisasi dan modernisasi makalah globalisasi teknologi makalah globalisasi perdagangan untuk memenuhi tugas sekolah ataupun kuliah dengan Makalah Globalisasi silahkan bebas untuk sobat download jangan lupa untuk di edit dan di baca untuk mengerti dan memahami isi dari Makalah Globalisasi terimakasih telah berkunjung semoga bermanfaat 

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias.
SELENGKAPNYA DISINI 


MAKALAH GLOBALISASI


GLOBALISASI
BAB I
PENDAHULUAN
  1. LATAR BELAKANG
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan.
READ MORE - Makalah Globalisasi

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN Untuk Tugas Ekonomi

Berikut adalah MAKALAH KEWIRAUSAHAAN untuk memenuhi tugas sekolah ataupun kuliah dengan MAKALAH KEWIRAUSAHAAN silahkan bebas untuk sobat download jangan lupa untuk di edit dan di baca untuk mengerti dan memahami isi dari MAKALAH KEWIRAUSAHAAN terimakasih telah berkunjung semoga bermanfaat 

Contoh Makalah Wirausaha. Sosok kewirausahaan yang ideal dituntut mempunyai nilai-nilai kearah kualitas manusia yang semapan mungkin, dalam artian sangat memperhatikan struktur prioritas kewirausahaan yang terdiri dari empat lapisan. nah untuk lebih jelas makalah Manajemen Kewirausahaan silakan anda baca di bawah ini.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif
yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju
sukses. Sesuatu yang baru dan berbeda adalah nilai tambah barang dan jasa yang
menjadi sumber keuanggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan
merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui
proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda.

Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.

Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kewirausahaan

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti :pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah beranidan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuatsesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuatsesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut KamusBesar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atauberbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru,menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalanoperasinya serta memasarkannya.Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan PembinaanPengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:

  1. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilakudan kemampuan kewirausahaan.
  2. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuanseseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarahpada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja,teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalamrangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperolehkeuntungan yang lebih besar.
Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukanusaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya.Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimilikiseorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan.Kewirausahaan dilihat dari sumber daya yang ada di dalamnyaadalah seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja,material, dan asset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkannilai yang lebih besar daripada sebelumnya dan juga dilekatkan padaorang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru.Kewirausahaan dalam arti proses yang dinamis adalahkewirausahaan merupakan sebuah proses mengkreasikan denganmenambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktuyang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, dan resikosocial, dan akan menerima reward yang berupa keuangan dan kepuasanserta kemandirian personal.Melalui pengertian tersebut terdapat empat hal yang dimiliki olehseorang wirausahawan yakni:
  1. Proses berkreasi yakni mengkreasikan sesuatu yang baru denganmenambahkan nilainya. Pertambahan nilai ini tidak hanya diakui olehwirausahawan semata namun juga audiens yang akan menggunakanhasil kreasi tersebut.
  2. Komitmen yang tinggi terhadap penggunaan waktu dan usaha yangdiberikan. Semakin besar fokus dan perhatian yang diberikan dalam usaha ini maka akan mendukung proses kreasi yang akan timbul dalamkewirausahaan.
  3. Memperkirakan resiko yang mungkin timbul. Dalam hal ini resiko yangmungkin terjadi berkisar pada resiko keuangan, fisik dan resiko social.
  4. Memperoleh reward. Dalam hal ini reward yang terpenting adalahindependensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan pribadi.Sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai suatubentukderajat kesuksesan usahanya.

B. Tujuan Kewirausahaan

Bahan ajar mata diklat Kewirausahaan dapat diajarkan dan dikembangkandi Sekolah-sekolah Dasar, Sekolah Menengah, Perguruan Tinggi, dan diberbagai kursus bisnis. Di dalam pelajaran Kewirausahaan, para siswadiajari dan ditanamkan sikap-sikap perilaku untuk membuka bisnis, agar mereka menjadi seorang wirausaha yang berbakat. Agar lebih jelas, dibawah ini diuraikan tujuan dari Kewirausahaan, sebagai berikut:
  1. Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
  2. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
  3. Membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuankewirausahaan di kalangan pelajar dan masyarakat yang mampu,handal, dan unggul.
  4. Menumbuhkembangkan kesadaran dan'orientasi Kewirausahaanyang tangguh dan kuat terhadap para siswa dan masyarakat.

C. Manfaat Kewirausahaan

Kewirausahaan memiliki 4 manfaat sosial, yaitu:
  1. Memperkuat pertumbuhan ekonomi : menyediakan pekerjaan barudalam ekonomi. Ekonomi saat ini adalah tanah yang subur bagiwirausahawan misalnya : permintaan pelayanan sektor jasa meledak
  2. Meningkatkan produktivitas : kemampuan untuk menghasilkan lebihbanyak barang dan jasa dengan TK dan input lain yang lebih sedikit.
  3. Menciptakan teknologi, produk dan jasa baru: komputer digital,mesinfotokopi, laser, power steering.
  4. Mengubah dan meremajakan persaingan pasar : pasar internasionalmenyediakan peluang kewirausahaan.

D. Ruang Lingkup Kewirausahaan

Ruang lingkup kewirausahaan sangat luas sekali. Secara umum,ruang lingkup kewirausahaan adalah bergerak dalam bisnis. Jika diuraikansecara rinci ruang lingkup kewirausahaan, bergerak dalam bidang:
a. Lapangan agraris
1) Pertanian
2) Perkebunan dan kehutanan

b. Lapangan perikanan
1) Pemeliharaan ikan
2) Penetasan ikan
3) Makanan ikan
4) Pengangkutan ikan

c. Lapangan peternakan
1) Bangsa burung atau unggas
2) Bangsa binatang menyusui

d. Lapangan perindustrian dan kerajinan
1) Industri besar
2) Industri menengah
3) Industri kecil
4) Pengrajin
v Pengolahan hasil pertanian
v Pengolahan hasil perkebunan
v Pengolahan hasil perikanan
v Pengolahan hasil peternakan
v Pengolahan hasil kehutanan

e. Lapangan pertambangan dan energi

f. Lapangan perdagangan
1) Sebagai pedagang besar
2) Sebagai pedagang menengah
3) Sebagai pedagang kecil

g. Lapangan pemberi jasa
1) Sebagai pedagang perantara
2) Sebagai pemberi kredit atau perbankan
3) Sebagai pengusaha angkutan
4) Sebagai pengusaha hotel dan restoran

KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN WIRAUSAHAWAN

A. Keberhasilan Kewirausahaan
a. Kerja keras.
Dalam menjalankan usaha kita perlu menyadari bahwa setiap orang yang menekuni bidang usaha, usaha apapun itu, dituntut untuk memiliki pemikiran untuk selalu bekerja keras dan tekun.
b. Kerja sama dengan orang lain.
Sebagai makhluk sosial, yang mau tidak mau kita musti bergantung kepada orang lain, maka dari itu semestinyalah kita belajar bergaul dan membawa diri pada orang lain.
c. Penampilan yang baik.
Penampilan adalah cerminan kebersihan hati dan perilaku seseorang, oleh karena itu, untuk menunjang usaha yang kita lakukan maka penampilan juga sangat berperan.
d. Yakin, keyakinan.
Segala sesuatu yang dilakukan wujudkan dalam diri kita bahwa kita bisa.
e. Pandai membuat keputusan.
f. Mau menambah pengetahuan.
Seorang wirausahawan dituntut untuk selalu belajar dari sekelilingnya, lingkungan sekitarnya dan dari produk-produk yang dibuat.
g. Pandai berkomunikasi.
Belajarlah mengeluarkan kalimat yang baik (sesuai).

B. Kegagalan Kewirausahaan
a. Kurangnya dana untuk modal.
Tidak semua kegagalan disebabkan karena modal yang tidak ada, akan tetapi sebagian besar kegagalan itu ada karena kurangnya dana.
b. Kurangnya pengalaman dalam bidang bisnis.
Berikan suatu jabatan kepada ahlinya, dengan kata lain tempatkan sesuatu pada tempatnya.
c. Tidak adanya perencanaan yang tepat dan matang.
Dalam berwirausaha, merencanakan sesuatu, atau menyusun sesuatu perlu disiapkan sebelumnya.
d. Tidak cocoknya minat terhadap bidang usaha yang sedang digeluti (diteliti).
Terkait dengan penjelasan point b diatas, yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya, termasuk tempatkan minat dan bakat dimana orang itu berminat dan berbakat agar usaha atau pekerjaan yang dilakukan menjadi sahabat dan dapat ditekuni dengan baik.

C. Sebab – sebab Kegagalan dalam Menjalankan Usaha
a. Kurang ulet dan cepat putus asa, sedangkan kita harus dituntut untuk rajin, tekun, sabar, dan jangan putus asa.
b. Kurang tekun dan teliti.
c. Kurangnya pengawasan.
d. Kemacetan yang sering terjadi.
e. Pelayanan yang kurang baik.
f. Tidak jujur dan kurang cekatan.
g. Kurang inisiatif dan kurang kreatif.
h. Kekeliruan dalam memilih lapangan usaha.
i. Menyamakan perusahaan sebagai badan sosial, karena salah satu ciri-ciri kalau orang berbisnis harus kikir, kalau badan sosial, ikhlas beramal, karena apabila perusahaan jadi kikir maka ia jelas irit.
j. Banyak pemborosan dan penyimpangan.
k. Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen.
l. Sulit memisahkan antara harta pribadi dengan harta perusahaan.
m. Mengambil kredit tanpa pertimbangan yang matang.
n. Memulai usaha tanpa pengalaman dan modal pinjaman.
o. Banyaknya piutang ragu-ragu.
p. Kekeliruan menghitung harga pokok. Dalam melakukan suatu usaha penjualan harus menghitung berapa banyak harga pokok.

BAB III
PENUTUP


Kesimpulan
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, berbudi luhur, berani dan berwatak agung. Di dalam kamus besar bahasa Indonesia itu dikatakan bahwa kewirausahaan adalah:

a. Orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru.
b. Menentukan cara produksi baru.
c. Meyusun operasi untuk mengadakan produk baru. 
d. Mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.

Usaha berarti perbutan amal, berupa sesuatu, bekerja atau berusaha. Jadi wira usaha secara etimologi berarti pejuang yang berbuat sesuatu.
Instruksi Presiden No.4/1995, kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya cara kerja tekhnologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang baik dan keuntungan yang lebih besar.
Kata inovasi pertama kali diperkenalkan oleh Schumpeter 1953, inovasi dipandang sebagai kreasi dan implementasi atau biasa juga disebut sebagai koordinasi baru dalam inovasi itu juga dapat menciptakan nilai tambah, yang berkaitan dengan oraganisasi. Pemegang saham maupun masyarakat luas. Jadi inovasi adalah mengkreasikan dan mengimplementasikan sesuatu menjadi satu kombinasi. Kombinasi baru itu dapat merujuk pada produk jasa, proses kerja pasar, kebijakan dan sistem baru.
 
READ MORE - MAKALAH KEWIRAUSAHAAN Untuk Tugas Ekonomi

Contoh Pendahuluan Makalah sosiologi

Berikut adalah pendahuluan Buat makalah ekonomi untuk memenuhi tugas sekolah ataupun kuliah dengan pendahuluan Membuat makalah komputer silahkan bebas untuk sobat download jangan lupa untuk di edit dan di baca untuk mengerti dan memahami isi dari cara bikin pendahuluan makalah sosiologi terimakasih telah berkunjung semoga bermanfaat
pendahuluan makalah sejarah pendahuluan makalah bahasa inggris pendahuluan makalah biologi pendahuluan makalah kewirausahaan pendahuluan makalah tik

Contoh Pendahuluan Makalah

Contoh Pendahuluan Makalah

Makalah terdiri dari banyak bagian-bagian penting yang tersusun dengn rapi hingga terbuat menjadi suatu karya yang diapresiasikan untuk dipresentasikan maupun guna memenuhi tugas para pelajar. Salah satu bagian makalah yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah pada bagian Pendahuluan Makalah yang tentunya akan kami bahas pada kesempatan kali ini.

Berikut akan kami sediakan Contoh Pendahuluan Makalah yang sangat berguna bagi kalian semua bagi para pelajar dan anak kuliah. Contoh Pendahuluan Makalah harus disertai dengan syarat-syarat yang memenuhi sehingga Contoh Pendahuluan Makalah bisa tersusun rapi dan sempurna, serta Contoh Pendahuluan Makalah akan cocok untuk diberikan kepada pengajar (guru/dosen).

Kumpulan Contoh Pendahuluan Makalah

Berikut ini akan kami kumpulkan beberapa Contoh Pendahuluan Makalah yang tentunya akan sangat berguna bagi kamu semua. Jika kamu kesulitan untuk membuah Contoh Pendahuluan Makalah, maka dengan Contoh berikut semoga dapat memudahkan kita semua.

  • Contoh Pendahuluan Makalah NKRI 

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Terbentuknya Indonesia tidak dapat dilepas pisahkan dari sejarah masa lampau. Demikian dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk di dalamnya proses untuk mencapai kemerdekaan itu sendiri. Apabila ditinjau dari sudut hukum tata negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang lahir pada tanggal 17 Agustus 1945 belum sempurna sebagai negara, mengingat saat itu Negara Kesatuan Republik Indonesia baru sebagian memiliki unsur konstitutif berdirinya negara. Untuk itu PPKI dalam sidangnya tanggal 18 Agustus 1945 telah melengkapi persyaratan berdirinya negara yaitu berupa pemerintah yang berdaulat dengan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden, sehingga PPKI disebut sebagai pembentuk negara. Disamping itu, PPKI juga telah menetapkan UUD 1945, dasar negara dan tujuan negara.

Para pendiri bangsa sepakat memilih bentuk negara kesatuan karena bentuk negara kesatuan itu dipandang paling cocok bagi bangsa Indonesia yang memiliki berbagai keanekaragaman, untuk mewujudkan paham negara integralistik (persatuan) yaitu negara hendak mengatasi segala paham individu atau golongan dan negara mengutamakan kepentingan umum.

Lalu Bagaimana proses pembangunan setelah Indonesia merdeka?
Sejak proklamasi kemerdekaan tahun 1945 sampai dengan tahun 1965, bangsa Indonesia mengalami gelombang pertentangan politik dan rentetan pergolakan yang terus-menerus sehingga usaha memperbaiki kehidupan sosial ekonomi belum tertangani dengan baik. Hal itu telah mengakibatkan keadaan ekonomi mengalami kemerosotan yang sangat memberatkan dan menyebabkan penderitaan rakyat banyak. Pada tahun 1966 baru Indonesia mulai berhasil menciptakan stabilitas nasional yaitu baik di bidang ekonomi, politik maupun di bidang keamanan, dan telah melakukan serangkaian pembangunan nasional secara terus-menerus, terarah dan terpadu, bertahap dan berencana, serta konstitusional.

B. Tujuan Penulisan

Makalah ini disusun dengan tujuan :
  1. Memahami Bagaimana konsep dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Memahami proses Pembangunan Nasional di Indonesia selama ini dan hasil dari pembangunan nasional itu sendiri.
  3. Menumbuhkan rasa nasionalisme yang kini sudah hilang dari hati warga Indonesia.
  4. Sebagai tugas individu yang wajib diselesaikan dalam mata kuliah Kewiraan.

C. Perumusan Masalah
  1. Bagaimanakah Konsep dasar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia?
  2. Bagaimanakah proses pembangunan Nasional Setelah Indonesia Memproklamasikan Kemerdekaan?
  3. Faktor apa saja yang mempengaruhi Pembangunan Nasional serta hasil di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan dan Sosial Budaya?
  4. Bagaimanakah Wujud Sistem Pemerintahan NKRI serta apa sajakah hasil dari Pembangunan Nasional selama ini?

  • Contoh Pendahuluan Makalah Agama Islam

A. PENDAHULUAN

Lahirnya agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW, pada abad ke-7 M, menimbulkan suatu tenaga penggerak yang luar biasa, yang pernah dialami oleh umat manusia. Islam merupakan gerakan raksasa yang telah berjalan sepanjang zaman dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Masuk dan berkembangnya Islam ke Indonesia dipandang dari segi historis dan sosiologis sangat kompleks dan terdapat banyak masalah, terutama tentang sejarah perkembangan awal Islam. Ada perbedaan antara pendapat lama dan pendapat baru. Pendapat lama sepakat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad ke-13 M dan pendapat baru menyatakan bahwa Islam masuk pertama kali ke Indonesia pada abad ke-7 M. (A.Mustofa,Abdullah,1999: 23). Namun yang pasti, hampir semua ahli sejarah menyatakan bahwa daerah Indonesia yang mula-mula dimasuki Islam adalah daerah Aceh.(Taufik Abdullah:1983) Datangnya Islam ke Indonesia dilakukan secara damai, dapat dilihat melalui jalur perdagangan, dakwah, perkawinan, ajaran tasawuf dan tarekat, serta jalur kesenian dan pendidikan, yang semuanya mendukung proses cepatnya Islam masuk dan berkembang di Indonesia.
Kegiatan pendidikan Islam di Aceh lahir, tumbuh dan berkembang bersamaan dengan berkembangnya Islam di Aceh. Konversi massal masyarakat kepada Islam pada masa perdagangan disebabkan oleh Islam merupakan agama yang siap pakai, asosiasi Islam dengan kejayaan, kejayaan militer Islam, mengajarkan tulisan dan hapalan, kepandaian dalam penyembuhan dan pengajaran tentang moral.(Musrifah,2005: 20).
Konversi massal masyarakat kepada Islam pada masa kerajaan Islam di Aceh tidak lepas dari pengaruh penguasa kerajaan serta peran ulama dan pujangga. Aceh menjadi pusat pengkajian Islam sejak zaman Sultan Malik Az-Zahir berkuasa, dengan adanya sistem pendidikan informal berupa halaqoh. Yang pada kelanjutannya menjadi sistem pendidikan formal. Dalam konteks inilah, pemakalah akan membahas tentang pusat pengkajian Islam pada masa Kerajaan Islam dengan membatasi wilayah bahasan di daerah Aceh, dengan batasan masalah, pengertian pendidikan Islam, masuk dan berkembangnya Islam di Aceh, dan pusat pengkajian Islam pada masa tiga kerajaan besar Islam di Aceh.
  • Contoh Pendahuluan Makalah Sejarah 

BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang masalah.

Ilmu pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu, yang merupakan ciri khas manusia. Manusia mempunyai rasa  ingin tahu tentang benda-benda disekitarnya, seperti bulan, bintang, dan matahari. Bahkan ingin tahu tentang dirinya sendiri.
Ilmu pengetahuan merupakan pencarian makna praktis, yaitu penjelasan yang bisa dimanfaatkan. Penjelasan ini telah menjadi dasar ilmu pengetahuan manusia dari zaman pra-sejarah hingga awal abad ke-20.
Ilmu pengetahuan abad ke-20 telah mengubah segalanya,  kemajuan- kemajuan serupa itu sebenarnya telah terjadi di masa-masa sebelumnya. Salah satunya terjadi kira-kira tahun 2500 SM, ketika ”Stonehenge’’ didirikan di Inggris dan ‘’Piramida’’ dibangun di Mesir. Kedua monument ini menyatukan gagasan astronomis dan religius yang kecanggihannya tidak sepenuhnya di ketahui hingga abad ini. Penyelidikan mendalam tentang Stonehenge dan piramida-piramida tersebut mengungkap pengetahuan matematika yang mengejutkan. Orang yang membangun kedua monumen ini telah memahami istilah-istilah praktis yang paling sederhana tentang hubungan antara dua sisi tegak dengan sisi miring dari segitiga siki-siku yang tertentu. Dengan kata lain mereka telah memahami dasar dari apa yang kita  kenal sebagai dalil Pythagoras sekitar 2000 tahun sebelum Pythagoras lahir.
Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan lainnya juga mengungkapkan tentang peranan dunia islam di dalamnya. Sekitar abad ke 7 M. pada zaman Bani Umayyah, orang islam menemukan cara pengamatan astronomi. Kemudian pada tahun 825 M. M. AL-khawarizmi telah menyusun  buku aljabar yang menjadi buku standar beberapa abad lamanya di Eropa.
Dari beberapa uraian tersebut, ternyata perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidaklah muncul dengan sendirinya. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang selalu lapar akan pengetahuan harus mengetahui secara detail sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dari waktu ke waktu.
READ MORE - Contoh Pendahuluan Makalah sosiologi

Makalah Apa Saja

Banyak sekali makalah yang bisa silahkan sobat temukan di blog saya ini dengan ribuan bahkan koleksi dengan banyak sekali materi karya tulis yang sudah kita share di bawah ini contohnya silahkan lihat. untuk kalian yang masih pelajar bisa silahkan mencari dan mengambil referensi di blog ini ingat hanya referensi saja tidak untuk di copas secara langsung.

Nah silahkan untuk kalian simak baik baik semoga bermanfaat dan berkenan dan bisa membantu untuk menyelesaikan tugas sekolah dimana bisa membantu untuk menapatkan nilai yang baik semoga sukses dan beranfaat.
READ MORE - Makalah Apa Saja

RANGKUMAN BUKU FILSAFAT ILMU KARANGAN JUJUN S. SURIASUMANTRI

Berikut adalah Makalah RANGKUMAN BUKU FILSAFAT ILMU KARANGAN JUJUN S. SURIASUMANTRI untuk memenuhi tugas sekolah ataupun kuliah dengan Makalah RANGKUMAN BUKU FILSAFAT ILMU KARANGAN JUJUN S. SURIASUMANTRI silahkan bebas untuk sobat download jangan lupa untuk di edit dan di baca untuk mengerti dan memahami isi dari RANGKUMAN BUKU FILSAFAT ILMU KARANGAN JUJUN S. SURIASUMANTRI terimakasih telah berkunjung semoga bermanfaat

RANGKUMAN BUKU FILSAFAT ILMU KARANGAN JUJUN S. SURIASUMANTRI



RANGKUMAN BUKU FILSAFAT ILMU
KARANGAN JUJUN S. SURIASUMANTRI

Dianjukan untuk Memenuhi Tugas, Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam,
Semester Ganjil, Tahun Akademik 2009/ 2010
Dosen Pembimbing : Drs. Ahmad Abdul Gani, S.H., M.Ag.

Oleh: Rudi Pradisetia Sudirdja
NPM : 091000299
Kelas : E

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN
JALAN LENGKONG BESAR NO 68 BANDUNG
Telp. (022) 4205945, 4262226
2009 / 1430
Kata Pengantar
Asalamualaikum wr.wb
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang tiada hentinya memberikan petunjuk, rahmat dan karunia-Nya dengan segala kemudahan-kemudahan sehingga penyusun berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan dosen mata kuliah PAI Fakultas Hukum Universitas Pasundan yaitu merangkum buku Filsafat Ilmu karangan Jujun S. Suriasumantri.
Adapun tujuan dari rangkuman ini adalah selain untuk memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa disiplin yang senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan oleh dosen juga sebagai pondasi dasar agar selama melaksanakan studi empat tahun kedepan kita diberi kemudahan dalam menangkap ilmu yang diberikan oleh para pengajar. Karena dengan mempelajari Filsafat Ilmu kita akan lebih memahami bagaimana cara mendalami ilmu dengan benar dan bagaimana cara kita mengaplikasikan ilmu tersebut dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Penyusun sepenuhnya menyadari bahwa rangkuman ini masih jauh dari sempurna. Seperti peribahasa "Tak ada gading yang tak retak". Mungkin itulah yang menggambarkan hasil kerja penyusun. Maka dari itu penyusun menerima saran dan kritikan konstruktif dari pembaca untuk memacu kami supaya lebih baik dimasa yang akan datang.
Akhir kata, semoga rangkuman ini bermanfaat bagi penyusun pada khususnya dan pembaca semua pada umumnya dan juga agar dapat menimbulkan kesadaran untuk lebih giat dalam mencari ilmu .
Bandung, September 2009
Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT
1.1. Ilmu dan Filsafat
1.2. Karakteristik Filsafat
1.3. Filsafat : Peneras Pengetahuan
1.4. Bidang Telaah Filsafat
1.5. Cabang-cabang filsafat
1.6. Filsafat Ilmu
1.7. Kerangka Pengkajian Buku

BAB II DASAR-DASAR PENGETAHUAN
2.1. Penalaran
2.2. Hakikat Penalaran
2.3. Logika
2.4. Sumber Pengetahuan
2.5. Kriteria Kebenaran

BAB III ONTOLOGI: HAKIKAT APA YANG DIKAJI
3.1. Metafisika
3.2. Beberapa Tafsiran Metafisika
3.3. Asumsi
3.4. Peluang
3.5. Beberapa Asumsi Dalam Ilmu
3.6. Batas-batas Penjelajahan Ilmu
3.7. Cabang-Cabang Ilmu

BAB IV EPISTIMOLOGI: CARA MENDAPATKAN PENGETAHUAN YANG BENAR
4.1. Jarum Sejarah Pengetahuan 4.2. Pengetahuan
4.3. Metode Ilmiah
4.4. Struktur Pengetahuan Ilmiah

BAB V SARANA BERPIKIR ILMIAH
5.1. Sarana Berpikir Ilmiah
5.2. Bahasa
5.3. Matematika
5.4. Statistika

BAB VI AKSIOLOGII: NILAI KEGUNAAN ILMU
6.1. Ilmu Dan Moral
6.2. Tanggung Jawab Sosial Ilmuan
6.3. Nuklir Dan Pilihan Moral
6.4. Revolusi Genetika

BAB VII ILMU DAN KEBUDAYAN
7.1. Manusia Dan Kebudayaan
7.2. Kebudayaan Dan Pendidikan
7.3. Ilmu Dan Perkembangan Kebudayaan Nasional
7.4. Ilmu Sebagai Suatu Cara berpikir
7.5. Ilmu Sebagai Asas Moral
7.6. Nilai-Nilai Ilmiah Dan Pengembangan Kebudayaan Nasional
7.7. Ke Arah Peningkatan Peranan Keilmuan
7.8. Dua Pola Kebudayaan

BAB VIII ILMU DAN BAHASA
8.1. Tentang Terminologi : Ilmu, Ilmu Pengetahuan Dan Sains ?
Dua Jenis Ketahuan
8.2. Politik Bahasa Nasional

BAB IX PENELITIAN DAN PENULISAN ILMIAH
9.1. Struktur Penelitian Dan Penulisan Ilmiah
9.2. Teknik Penulisan Ilmiah
9.3. Teknik Notasi Ilmiah

BAB X PENUTUP
10.1. Hakikat dan Kegunaan Ilmu

DAFTAR PUSTAKA


BAB I

KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT
1.1 Ilmu dan Fisafat
Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang kita belum tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan tak terbatas ini.
Berfilsafat tentang ilmu berarti kita berterus terang kepada diri kita sendiri apakah sebenarnya yang saya ketahui tentang ilmu? Apakah cirri-cirinya yang hakiki yang membedakan ilmu dengan pengetahuan-pengetahuan lainnya yang bukan ilmu? Mengapa kita mesti mempelajari ilmu ? Dsb.
1.2 Karakteris Filsafat
  1. Menyeluruh : tidak puas mengenali ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri.
  2. Mendasar : tidak percaya begitu saja bahwa ilmu itu benar.
  3. Spekulatif : mencurigai atau memilih buah pikir yang dapat kita andalkan.
1.3 Filsafat: Peneratas Pengetahuan
Filsafat merupakan langkah awal untuk mengetahui segala pengetahuan.Semua ilmu baik ilmu alam maupun ilmu soaial, bertolak dari pengembangannya bermula sebagai filsafat. Sekiranya kita sadar bahwa filsafat adalah marinir bukan pionir karena bukan pengetahuan yang bersifat merinci.
1.4 Bidang Telaah Filsafat
Filsafat menelaah segala masalah yang mungkin dapat dipikirkan oleh manusia. Sesuai dengan fungsinya sebagai pionir dia mempermasalahkan hal-hal yang pokok, terjawab masalah yang satu diapun mulai merambah
1.5 Cabang Cabang Filsafat
Cabang Cabang Filsafat.
Adalah Epistimologi (Filsafat Pengetahuan), Etika (Filsafat Moral), Etestika (Filsafat Seni), Metafisika, Politik (Filsafat Pemerintahan), Filsafat Agama, Filsafat Ilmu, Filsafat Pendidikan, Filsafat Hukum, Filsafat Sejarah Dan Filsafat Matematika.
1.6 Filsafat ilmu
Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistimologi yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah). Filsafat Ilmu dibagi menjadi filsafat ilmu-ilmu alam dan filsafat ilmu-ilmu social, namun tidak terdapay perbedaan yang prinsipil antara ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu social dimana keduanya memiliki cirri-ciri keilmuan yang sama.
1.7 Kerangka Pengkajian Buku
Pembahasan buku ini ditunjukan kepada orang awam yang ingin mengetahui aspek kefilsafatan dari bidang keilmuan dan bukan ditujukan kepada mereka yang menjadikan filsafat ilmu sebagai bidang keahlian. Pada dasarnya buku ini mencoba membahas aspek ontologis, epistimologis dan aksiologis keilmuan sambil membandingkan dengan beberapa pengetahuan lain.
Dalam kaitan-kaitan ini akan dikaji hakikat beberapa saran berpikir ilmiah yakni, bahasa, logika, matematika dan statistika. Setelah itu dibahas beberapa aspek yang berkaitan erat dengan kegiatan keilmuan seperti aspek moral, sosial, pendidikan dan kebudayaan. Akhirnya buku ini ditutup dengan pembahasan mengenai struktur penelitian dan penulisan ilmiah dengan harapan agar dapat membantu mereka yang berkarya dalam bidang keilmuan.
BAB II
DASAR-DASAR PENGETAHUAN
2.1 Penalaran
Penalaran adalah berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. Dengan penalaran inilah manusia mampu mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan mantap. Disamping itu manusia juga mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut.
2.2 Hakikat Penalaran.
Penalaran mempunyai ciri-ciri: proses berpikir logis atau dan analitis.Penalaran juga merupakan suatu proses berfikir dalam menarik kesimpulan yang berupa ilmu pengetahuan.
2.3 Logika
Logika didefinisikan sebagai pengkajian untuk berpikir secara sahih (Valid). Logika berguna dalam proses penenarikan kesimpulan. Logika dibagi menjadi logika induktif dan logika deduktif.
2.4 Sumber Pengetahuan
Sumber Pengetahuan, pada dasarnya terdapat dua cara kita mendapatkan pengetahuan yang benar yaitu mendasarkan diri pada rasio atau disebut rasionalisme dan mendasarkan diri pda pengalaman atau disebut empirisme, namun masih terdapat cara lain yaitu intusi (pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu) dan wahyu merupakan pengetahuan yang disampaikan oleh tuhan kepada manusia lewat perantara nabi-nabi yang diutusnya).
  1. Kriteria Kebenaran:
    1.Teori Koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya bila kita menganggap bahwa, "semua manusia pasti akan mati" adalah suatu pernyataan benar maka pernyataan bahwa, "si polan adalah seorang manusia dan si polan pasti akan mati" adalah benar pula karena kedua pernyataan kedua adalah konsisten dengan pernyataan yang pertama.
    2.Teori Korespondensi yang ditemukan oleh Bertrand Russell (1872-1970). Suatu pernyataan adalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Misalnya jika seseorang mengatakan bahwa ibukota republik Indonesia adalah Jakarta maka pernyataan tersebut adalah benar sebab pernyataan itu dengan obyek yang bersifat faktual yakni Jakarta yang memang menjadi ibukota republik Indonesia.
    3.Teori Pragmatis dicetuskan oleh Charles S. Pierce (1839-1914). Suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.Misalnya jika orang menyatakan sebuah teori X dalam pendidikan, dan dengan teori X tersebut dikembangkan teknik Y dalam meningkatkan kemampuan belajar, maka teori X itu dianggap benar sebab teori X ini fungsional dan mempunyai kegunaan.
BAB III
ONTOLOGI: HAKIKAT APA YANG DIKAJI
3.1 Metafisika
Metafisika adalah bidang telaah filsafati yang merupakan tempat berpijak dari setiap pemikiran filsafati termasuk pemikiran ilmiah.
3.2 Beberapa Tafsiran Metafisika
1. Supernaturalisasi adalah paham yang menyatakan bahwa terdapat ujud-ujud bersifat gaib (supernatural) dan ujud-ujud ini bersifat lebih tinggi atau lebikuasa dibandingkan dengan alam yang nyata.
2.Naturalisme adalah paham yang menyatakan bahwa gjala-gejala alam tidak disebabkan oleh pengaruh kekuatan yang bersifat gaib, melainkan oleh kekuatan yang tedapat dalam alam itu sendiri, yang dapat dipelajari dan dengan demikian dapat kita ketahui.
3.3 Asumsi
Asumsi merupakan dugaan-dugaan sementara yang belum jelas kebenarannya, karena belum ada fakta pendukung yang valid. Ilmu sebagai pengetahuan yang berfungsi membantu dalam memecahkan masalah praktis sehari-hari, tidaklah perlu memiliki kemutlakan seperti halnya agam. Walaupun demikian sampai tahap tertentu ilmu memiliki keabsahan dalam melakukan generalisasi.
3.4 Peluang
Peluang adalah kemungkinan kejadian.
3.5 Beberapa Asumsi Dalam Ilmu
1.Asumsi yang mendasari telah ilmiah
2.Asumsi yang mendasari telaah moral
3.6 Batas-Batas Penjelajahan Ilmu
Batas-Batas Penjelajahan Ilmu
adalah pengalaman manusia dan pengetahuan yang telah diuji kebenaranya secra empiris.
3.7 Cabang-Cabang Ilmu
Dua cabang utamanya yaitu:
1.Filsafat alam yang kemudian menjadi ilmu-ilmu alam (the natural science)
2.Filsafat moral yang kmudian menjadi ilmu-ilmu sosial (the social science)
Disamping itu terdapat juga : Ilmu Humaniora dan Ilmu Matematika.]
BAB IV
EPISTIMOLOGI: CARA MENDAPATKAN PENGETAHUAN YANG BENAR
4.1 Jarum Sejarah Pengetahuan
Jarum Sejarah Pengetahuan
pada paktu dulu kriteria kesamaan yang menjadi konsep dasar. Semua meyatu dalam kesatuan yang batas-batasnya kabur dan mengambang. Tidk terdapat jarak antara objek yang satu dengan objek yang lain, antara ujud yang satu dengan ujud yang lain. Konsep dasar ini baru mengalami perubahan fundamental dengan berkembangnya abad
Penalaran pada pertengahan abad ke 17. Pohon pengetahuan mulai dibeda-bedakan paling tidak berdasarkan apa yang diketahui, bagaimana cara mengetahuinya dan untuk apa pengetahuan itu dipergunakan. Berdasarkan objek yang ditelaah mulai dibedakan ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu social. Dari cabang ilmu yang satu sekarang ini diperkirakan berkembang lebih dari 650 cabang disiplin ilmu.
4.2 Pengetahuan
Pengetahuan pada hakekatmya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu, termasuk kedalamnya adalah ilmu. Jadi ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia disamping berbagai jenis pengetahuan lainya seperti seni dan agama. Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung atau tidak langsung turut memperkaya kehidupan kita.
Setiap jenis pengetahuan mempunyai cirri-ciri spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistimologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. Jika ilmu mencoba mengembangkan sebuah model yang sederhana mengenai dunia empiris dengan mengabstraksikan realitas menjadi beberapa variable yang terikat dalam sebuah hubungan yang bersifat rasional, maka seni (paling tidak seni sastra), mencoba mengungkapkan obyek penelaahan itu sehingga menjadi bermakna bagi pencipta dan mereka yang meresapinya, lewat berbagai kemampuan manusia untuk menangkapnya, seperti pikiran emosi dan pancaindra.
Seni menurut Moctar Lubis, merupakan produk dari daya inspirasi dan daya cipta manusia yang bebas dari cengkraman dan belenggu berbagai ikatan. Karya seni bersifat penuh dan rumit namun tidak bersifat sistematik.
Sebuah karaya seni yang baik biasanya mempunyai pesan yang ingin disampaikan kepada manusia yang bias mempengaruhi sikap dan prilaku mereka. Itulah sebabnya seni memegang peran penting dalam pendidikan moral dan budi pekerti suatu bangsa.
Satu jembatan yang menghubungkan antara seni terapan dengan ilmu dan teknologi adalah pengembangan konsep teoritis yang besifat mendasar yang selanjutnya dijadikan tumpuan untuk mengembangkan pengetahun ilmiah yang bersifat integral. Ilmu dan filsafat dimulai dengan akal sehat sebab tak mempunyai landasan permulaan lain untuk berpijak.
4.3 Metode Ilmiah
Metode Ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Jadi ilmu didapat dari metode ilmiah. Tidak semua pengetahuan disebut ilmu sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat tertentu.
Syarat yang harus dipenuhi agar pengetahuan dapat disebut ilmu tercantum dalam apa yang dinamakan dengan metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan ekspresi mengenai cara bekerjanya pikiran, sehingga pengetahuan yang dihasilkan mempunyai karakteristik tertentu yang diminta oleh pengetahuan ilmiah, yaitu sifat rasional dan teruji yang memungkinkan tubuh pengetahuan yang disusun merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.
Dalam hal ini metode ilmiah mencoba menggabungkan cara berpikir deduktif dan induktif dalam membangun tubuh pengetahuannya. Proses kegiatan ilmiah menurut Ritchie Calder dimulai ketika manusia mengamati sesuatu. Sehingga, karena masalah ini berasal dari dunia empiris, maka proses berpikir tersebut diarahkan pada pengamatan objek yang bersangkutan yang bereksistensi dalam dunia empiris pula.
Karena masalah yang dihadapinya adalah nyata maka ilmu mencari jawaban pada dunia yang nyata pula. Ilmu dimulai dengan fakta dan diakhiri dengan fakta pula, apapun juga teori yang menjembataninya (Einstein).
Teori merupakan suatu abstraksi intelektual dimana pendekatan secara secara rasional digabungkan dengan pengalaman empiris. Artinya teori ilmu merupakan suatu penjelasan rasional yang berkesesuaian dengan objek yang dijelaskannya. Adapun tahapan dalam kegiatan ilmiah, yaitu:
1.Perumusan Masalah
2.Penyusunan kerangka berpikir
3.Perumusan hipotesis
4.Pengujian hipotesis
5.Penarikan kesimpulan.
4.4 Struktur Pengetahuan Ilmiah
Pengetahuan yang diproses menurut metode ilmiah merupakan pengetahuan yang memenuhi syarat-syarat keilmuan, dan dengan demikian dapat disebut pengetahuan ilmiah atau ilmu. Ada pun struktur pengetahuan ilmiah sebagai berikut :
1.Teori yang merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan.
2.Hukum yang merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat.
3.Prinsip yang dapat diartikan sebagai pernyataan yang berlaku secara umum bagi sekelompok gejala-gejala tertentu yang mampu menjelaskan kejadian yang terjadi.
4.Postulat yang merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya.
BAB V
SARANA BERPIKIR ILMIAH
5.1 Sarana Berpikir Ilmiah
Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah demham baik, maka diperlukan sarana yang berupa bahasa, logika, matematika dam statistika.
5.2 Bahasa

Keunikan manusia sebenarnya bukan terletak pada kemampuan berpikirnya melainkan terletak pada kemampuan berbahasanya. Tanpa bahasa maka kegiatan berpikir secara sistematis dan teratur tidak mungkin dilakukan, tanpa kemampuan berbahasa manusia tidak menungkin mengembangkan kebudayaannya, selanjutnya tidak dapat mengkomunikasikan pengetahuan kepada orang lain.
Jika kita berbicara maka hakikat informasi yang kita sampaikan mengandung unsur emotif, demikian jika kita menyampaikan perasaan maka ekspresi itu mengandung unsur informatif. Bahasa mengkomunikasikan tiga hal yakni buah pikiran, perasaan dan sikap
5.3 Matematika
Matematika
merupakan bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang kita sampaikan, lambang dari matematika bersifat artifisialis, mempunyai arti jika diberikan sebuah makna kepadanya. Matematika bersifat kuantitatif dan sebagai sarana berpikir deduktif.
5.4 Statistika
Peluang yang merupakan dasar dari teori statistika, merupakan konsep baru yang tidak dikenal dalam pemikiran Yunani Kuno,Romawi dan bahkan Eropa dalam abad pertengahan. Teori mengenai kombinasi bilangan sudah terdapat dalam aljabar yang dikembangkan sarjana Muslim namun bukan dalam lingkup teori peluang.
Konsep statistika sering dikaitkan dengan distribusi variabel yang ditelaah dalam suatu populasi tertentu. Statistika memberikan cara untuk dapat menaruk kesimpulan yang bersifat umum dengan jalan mengamati hanya sebagian dari populasi yang bersangkutan. Statistika mampu memberikan secara kuantitatif tingkat ketelitian dari kesimpulan yang ditarik tersebut.
Statistika juga memberikan kemampuan kepada kita untuk mengetahui apakah suatu hubungan kausalita antara dua faktor atau lebih bersifat kebetuln atau memang benar-benar terkait dalam suatu hubungan yang bersifat empiris.
BAB VI
AKSIOLOGI : NILAI KEGUNAAN ILMU
6.1 Ilmu dan Moral
Benarkah bahwa makin cerdas, maka makin pandai kita menemukan kebenaran, makin benar maka makin baik pula perbuatan kita? Apakah manusia mempunyai penalaran tinggi, lalu makin berbudi, sebab moral mereka dilandasi oleh anlisis yang hakiki, atau sebaliknya makin cerdas maka makin pandai pula kita berdusta?. Masalah moral berkaitan dengan metafisika keilmuan, maka dalam tahap manipulasi ini masalah moral berkaitan dengan cara penggunaan pengetahuan ilmiah.
Ontologi diartikan sebagai pengkajian mengenai hakikat realitas dari objek yang di telaah dalam membuahkan pengetahuan, aksiologi diartikan sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. Sokrates minum racun, John Huss dibakar sebagai contoh betapa ilmuan memiliki landasan moral, jika tidak ilmuan sangat mudah tergelincir dalam prostitusi intelektual.
6.2 Tanggung Jawab Sosial Ilmuan
Seorang ilmuan mempunyai tanggung jawab sosial di bahunya. Bukan saja karena ia adalah warga masyarakat yang kepentingannya terlibat secara langsung dengan di masyarakat yang yang lebih penting adalah karena dia mempunyai fungsi tertentu dalam keberlangsungan hidup manusia.
Sampai ikut bertanggung jawab agar produk keilmuannya sampai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sikap sosial seorang ilmuan adalah konsisten dengan proses penelaahan keilmuan yang dilakukan. Sering dikatakan bahwa ilmu itu bebas dari sistem nilai. Ilmu itu sendiri netraldan para ilmuanlah yang memberikannya nilai.
6.3 Nuklir dan Pilihan Moral
Seorang ilmuan secara moral tidak akam membiarkan hasil penemuannya dipergunakan untuk menindas bangsa lain meskipun yang mempergunakan itu adalah bangsanya sendiri. Seorang ilmuan tidak boleh berpangku tangan, dia harus memilih sikap, berpihak pada kemanusiaan. Pilihan moral memang terkadang getir sebab tidak bersifat hitam di atas putih. Seperti halnya yang terjadi pada Albert Einstein diperintahkan untuk membuat bom atom oleh pemerintah negaranya.
Seorang ilmuan tidak boleh menyembunyikan hasil penemuannya, apapun juga bentuknya dari masyarakat luas serta apapun juga konsekuensi yang akan terjadi dari penemuannya itu. Seorang ilmuan tidak boleh memutar balikkan temuannya jika hipotesis yang dijunjung tinggi tersusun atas kerangkan pemikiran yang terpengaruh preferensi moral ternyata hancur berantakan karena bertentangan dengan fakta-fakta pengujian
6.4 Revolusi Genetik
Revolusi Genetik merupakan babakan baru dalam sejarah keilmuwan manusia sebab sebelum ini ilmu tidak pernah menyentuh manusia sebagai objek penelaah itu sendiri. Hal ini buka berarti bahwa sebelumnya tidak pernah ada penelaahan ilmiah yang berkaitan dengan jasad manusia, tentu saja banyak sekali, namun penelaahan-penelaahan itu dimaksudkan untuk mengembangkan ilmu dan teknologi.
Dengan penelitian genetika maka masalahnya menjadi sangat lain, kita tidak lagi menelaah organ-organ manusia dalam upaya untuk menciptakan teknologi yang memberikan kemudahan bagi kita, melainkan manusia itu sendiri sekarang menjadi objek penelaah yang akan menghasilkan bukan lagi teknologi yang memberikan kemudahan, melainkan teknologi untuk mengubah manusia itu sendiri. Pembahasan ini berdasarkan kepada asumsi bahwa penemuan dalam riset genetika akan dipergunakan dengan itikad baik untuk keluhuruan manusia.
BAB VII
ILMU DAN KEBUDAYAAN
7.1 Manusia dan Kebudayan
Manusia dalam kehidupan mempunyai kebutuhan yang banyak sekali. Adanya kebutuhan hidup iilah yang mendorong manusia untuk melakukan berbagai tindakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan tersebut. Dalam hal ini, menurut Ashley Montagu, kebudayaan mencerminkan tanggapan manusia terhadapa kebutuhan dasar hidupnya.
Manusia berbeda dengan binatang bukan saja dalam banyaknya kebutuhan namun juga dalam cara memenuhi kebutuhan tersebut. Kebudayaanlah, dalam konteks ini, yang memberikan garis pemisah antara manusia dan binatang. Maslow mengidentifikasikan lima kelompok kebutuhan manusaia yakni kebutuhan fisiologi, rasa aman, afiliasi, harga diri dan pengembangan potensi.
7.2 Kebudayaan dan Pendidikan
Allport, Venon dan lindzey (1951) mengidentifikasikan enm nilai dasar dalam kebudayaan yakni nilai teori, ekonomi, estetika, sosial, politik, dan agama .Yang dimaksud dengan nilai teori adalah hakikat penemuan kebenaran lewat berbagai metode seperti rasionalisme, empirisme dan metoda ilmiah.
Setiap kebudayaan mempunyai skala hirarki mengenai mana yang lebih penting dan mana yang kurang penting dari nilai-nilai tersebut di atas serta mempunyai penilaian sendiri dari tiap-tiap katagori.
7.3 Ilmu dan Perkembangan Kebudayaan Nasional

Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan dan pengetahuan merupakan unsur kebudayaan. Ilmu dan kebudayaan berada dalam posisi yang saling tergantung dan saling mempengaruhi.
Disatu pihak pengembangan ilmu dalam suatu masyarakat tergantung kondisi kebudayaannya, tapi dipihak lain pengembangan ilmu akan mempengaruhi jalannya kebudayaan.
Menurut Talcot Persons :"Ilmu dan kebudayaan itu terpadu secara intim dengan seluruh struktur sosial dan tradisi kebudayaan "
Peranan ganda ilmu dalam pengembangan kebudayaan nasional adalah sebagai berikut :
1.Ilmu merupakan sumber nilai yang mendukung terselenggaranya perkembangan kebudayaan nasional
2.Ilmu merupakan sumber nilai yang mengisi pembentukan watak suatu bangsa.
Kedua hal ini terpadu satu sama lain dan sukar dibedakan. Pengkajian perkembangan kebudayaan nasioal tidak dapat dilepaskan dari perkembangan ilmu.
Seiring perjalan waktu, dewasa ini kurun ilmu dan teknologi menjadi pengembangan utama bidang ilmu dan secara tidak langsung kebudayaan kita tak terlepas dari pengaruhnya, sehingga kita harus ikut memperhitungkan hal ini. Untuk itu dibicarakan peranan ilmu sebagai sumber nilai yang ikut mendukung pengembangan kebudayaan nasional.
7.4 Ilmu Sebagai Suatu Cara Berpikir
Berpikir ilmiah merupakan kegiatan berpikir yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu, yang memiliki dua kriteria utama, yaitu :
1. Pernyataan harus logis
2. Didukung fakta empiris (Empiris : berdasarkan pengalaman dan pengetahuan)
Kedua kriteria tersebut saling mengikat, yang pertama setiap pernyataan yang disampaikan harus logis dan diperolah dari fakta-fakta empiris, merupakan hakikat berpikir ilmiah. Dari hakikat ini, kita dapat menyimpulakan beberapa karakteristik ilmu :
1.Ilmu mempercayai rasio sebagai alat untuk mendapatkan pengetahuan yang benar
2.Akar berpikir yang logis yang konsisten dengan pengetahuan yang ada.
3.Pengujian secara empiris sebagai kriteria kebenaran objektif.
4.Mekanisme yang terbuka terhadap koreksi
Maka disimpulkan manfaat yang dapat diperoleh dari karakteristik ilmu ialah rasional,logis,objektif dan terbuka dan kritis sebagai landasannya
7.5 Ilmu Sebagai Asas Moral
Artinya dalam menetapkan suatu pernyataan apakah itu benar atau tidak maka seorang ilmuwan akan menarik kesimpulannya kepada argumentasi yang terkandung dalam pernyataan itu dan bukan kepada pengaruh yang berbentuk kekuasaan dari kelembagaan yang mengeluarkan pernyataan itu.
Hal ini sering menempatkan ilmuwan pada tempat yang bertentangan dengan pihak yang berkuasa yang mungkin mempunyai kriteria kebenaran yang lain.Kriteria ilmuwan dan politikus dalam membuat pernyataan adalah berbeda menurut Szilard : jika seorang ilmuwan mengatakan sesuatu, rekan rekannya pertamakali akan bertanya apakah yang dinyatakan itu mengandung kebenaran.
Sebaliknya jika seorang politikus mengatakan sesuatu maka rekan reknnya pertama kali akan bertanya, " mengapa ia menyatakan hal itu " baru kemudian atau mungkin juga tidak, mereka mempertanyakan apakah pernyataan itu mengandung kebenaran.
Disamping itu kebenaran bagi ilmuwan mempunyai kegunaan yang universal bagi umat manusia dalam meningkatkan martabat ke manusiaanya. Secara nasional kaum ilmuwan tidak mengabdi kepada golongan, klik politik atau kelompok lain, secara internasional kaum ilmu wan tidak mengabdi kepada ras,ideology, dan factor – factor pembatasolainnya. Dua karakteristik ini merupkan asas moral bagi ilmuwan yakni me ninggikan kebenaran dan pengabdian secara universal.
Dalam kenyataannya pelaksanaan asas moral ini tidak mudah sebab tahap perkembangan ilmu yang sangat awal kegiatan ilmiah ini dipengaruhioolehostrukturokekuasaanodarioluar.oMenurutoBachtiarodalamoJujun.oS. Suriasumantri ( 1998,275) lebih menonjol lagi pada Negara yang sedang berkembang , karena sebagian besar kegiatan keilmuan merupakanokegiatanoaparaturoNegara.
7.6 Nilai-Nilai Ilmiah dan Pengembangan Kebudayaan Nasional
Ada 7 nilai yang terkandung dalam dari hakikat keilmuan yaitu kritis, rasional, logis, objektif , terbuka, menjunjung kebenaran dan pengabdian universal.Ketujuh sifat ini sangat akan sangat konsisten untuk membentuk bangsa yang modern. Karena bangsa yang modern akan menghadapi banyak tantangan di segala bidang kehidupan. Pengembangan kebudayaan nasional pada hakikatnya adalah perubahan kebudayaan konvensional kearah yang lebih aspirasi.
7.7 Ke Arah Peningkatan Peranan Keilmuan
Jika menurut kita benar bahwasanya ilmu bersifat mendukung budaya nasional,maka kita perlu meningkatkan peranan keilmuan dalam kehidupan kita.
Beberapa langkah yang dapat kita gunakan yang pada pokoknya mengandung beberapa pemikiran sebagai berikut:
1.Ilmu merupakan bagian kebudayaan,sehingga setiap langkah dalam kegiatan peningkatan ilmu harus memperhatikan kebudayaan kita.
2.Ilmu merupakan salah satu cara menemukan kebenaran.
3.Asumsi dasar dari setiap kegiatan dalam menemukan kebenaran adalah percaya dengan metode yang digunakan.
4.Kegiatan keilmuan harus dikaitkan dengan moral.
5.Pengembangan keilmuan harus seiring dengan pengembangan filsafat
6.Kegiatan ilmah harus otonom dan bebas dari kekangan struktur kekuasaan.
Keenam hal ini merupakan langkah-langkah untuk memberi kontrol bagi masyarakat terhadap kegiatan ilmu dan teknologi.
7.8 Dua Pola Kebudayaan
Dua pola kebudayaan dan ilmu yang begulir di Indonesia, adalah ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu social. Kenapa hal ini terjadi,ini terjadi karena besarnya perbedaan antara ilmu social dan ilmu alam. Contohnya, jika kita belajar ilmu alam dengan subjek batu, kira-kira saat lain di teliti lagi maka kemungkinan besar akan berhasil dengan nilai yang sama,tetapi tidak demikin dalam ilmu social,dalam ilmu social, ilmu social bergerak lebih fleksibel dan dapt berubah sewaktu-waktu.
Namun kedua hal itu bukan merupakan masalah, kedua hal itu tidak mengubah apa yang menjadai tujuan penelitian ilmiah. Ilmu bukan bermaksud mengumpulkan fakta tapi untuk mencari penjelasan dari gejala-gejala yang ada, yang memungkinkan kita mengetahui kebenaran hakikat objek yang kita hadapi.
Ada dua factor yang menjadi landasan suatu analisis kuantitatif ilmu social yaitu: sulitnya melakukan pengukuran,karena emosi dan aspirasi merupakan unsure yang sulit dan yang kedua banyaknya variable yang mempengaruhi tingkah laku manusia.
Hal seperti inilah yang menyebabkan ilmu alam lebih maju dari pada ilmu social. Itu dikarenakan ilmu social lebih terpaku pada tahap kualitatif,dan untuk mengubah ini ilmu social harus lebih masuk ketahap kuantitatif.
Di Indonesia hal seperti ini masih berlaku,tebukti adanya dua penjurusan dalam bidang kajian ilmu,yaitu ilmu social dan ilmu alam,dan dalam pelaksanaannya ilmu alam selalu dianggap lebih bergengsi di banding ilmu social. Itu membuat sebagian masyarakat kita terobsesi untuk masuk jurusan ilmu alam meski mungkin lebih berbakat dalam bidang social, sehingga secara tidak langsung menghambat perkembangan ilmu social.
Pada akhirnya harus kita sadari bahwa adanya dua jurusan dalam bidang ilmu ini memerlukan suatu usaha yang fundamental dan sistematis dalam menghadapinya. Perlu dicari titik temu diantara kedua bidang ini sehingga satu sama lain akan saling melengkapi,bukan saling terpisah. Karena bagaimanapun ilmu social tidak dapat terpisah dan berdiri sendiri dan begitupun ilmu alam tetap terikat secara social.
BAB VIII
ILMU DAN BAHASA
8.1 Tetang Terminologi : Ilmu, Ilmu Pengetahuan dan sains ?
Dua Jenis Ketahuan
Manusaia dengan segenap kemampun kemanusiannya seperti perasaan, pikiran, pengalaman, pancaindra dan intuisi mampu menangkap alam hidupnya dan mengabstraksikan tangkapan tersebut dalam dirinya dalam berbagai bentuk "ketahuan umpamanya kebiasaan, akal sehat, seni, sejarah, filsafat.
Terminologi ketahuan ini adalah termonologi artifisial yang bersifat sementara sebagai analisis yang pokoknya diartikan sebagai keseluruhan bentuk dari produk kegiatan manusia dalam usaha untuk mengetahui sesuatu . Apa yang kita peroleh dalam proses mengetahui tersebut tanpa memperhatikan obyek, cara dan kegunaannya kita masukan kedalam kategori yang disebut ketahuan ini. Dalam bahasa inggris sinonim dari ketahuan ini adalah knowledge.
Ketahuan atau knowledge ini merupakan terminologi generik yang mencakup segenap bentuk yang kita tahu seperti filsafat, ekonomi, seni, beladiri, cara menyulam dan biologi itu sendiri.
8.2 Politik Bahasa Nasional
Pada tanggal 28 oktober 1928 bangsa Indonesia telah memilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasioal. Alasan utama pada waktu itu lebih ditekankan pada fungsi kohesif bahasa Indonesia sebagai sarana untuk mengintegritaskan berbagai suku kedalam satu bangsa yakni Indonesia. Tentu saja terdapat juga evalusai yang berkonotasi dengan ketentuan Bahasa Indonesia selaku fungsi komunikatif yakni fakta bahwa Bahasa Indonesia merupakan lingua franca dari sebaian besar penduduk, namun kalau dikaji lebih dalam , maka kriteria bahasa sebagai fungsi kohesif itulah yang merupakan kriteria yang menentukan.
Selaku alat komuniksi pada pokonya bahsa mencakup tiga unsur yakni, pertama, bahasa selaku alat komunikasi untuk menyampaikan pesan yang berkonotasi perasaan (emotif), kedua, berkonotasi sikap (afektif) dan, ketiga, berkonotasi pikiran (penalaran). Atau secara umum dapat dikatakan bahwa fungsi komunikasi bahasa dapat diperinci lebih lanjut menjadi fungsi emotif, afektif dan penalaran.
Perkembangan bahasa tentu saja tidak dapat dilepaskan dari sektor-sektor lain yang juga tumbuh dan berkembang. Sekiranya bahasa berkembang terisolasi dari perkembangan sektor-sektor lain maka bahasa mungkin bersifat tidak berfungsi dan atau bahkan kontra produktif (counter-productive).
BAB IX
PENELITIAN DAN PENULISAN ILMIAH
  1. Struktur Penelitian dan Penulisan Ilmiah
    1.Pengajuan Masalah
  • Latar Belakang Masalah
  • Identifikasi Masalah
  • Pembatasan Masalah
  • Perumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Kegunaan Penelitian
2.Penyusunan Kerangka Teoritis Dan Pengajuan Hipotesis
  • Pengkajian mengenai teori-teori yang akan dipergunakan dalam analisa.
  • Pembahasan mengenai penelitian-penelitian lain yang relevan;
  • Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis dengan mempergunakan premis-premis sebagaimana tercantum dalam butir (1) dan butir (2) dengan mennyatakan secara tersurat postulat, asumsi dan prinsip yang dipergunakan (sekiranya dipergunakan);
  • Perumusan hipotesis
3. Metodologi Penelitian
  • Tujuan penelitian secara lengkap dan operasional dalam bentuk pernyataan yang mengidentifikasi variabel-variabel dan karakteristik hubungan yang akan ditelit;
  • Tempat dan waktu penelitian dimana akan dilakukan generalisasi mengenai variabel-variabel yang diteliti;
  • Metode penelitian yang ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian dan tingkat generalisai yang diharapkan;
  • Teknik pengambilan contoh yang relevan dengan tujuan penelitian, tigkat keumuman dan metode penelitian.
  • Teknik pengumpulan data yang mencakup identifikasi variabel yang akan dikumpulkan, sumber, teknik pengukuran, instrumen dan teknik mendapatkan data.
  • Teknik analisis data yang mencakup langkah-langkah dan teknik analisis yang dipergunakan yang ditetapkan berdasarkan pengajuan hipotesis ( sekiranya mempergunakan statistika maka tulisan hipotesis nol dan hipotesis tandingan; H0 / H1).
4. Hasil Penelitian
  • Menyatakan variabel-variabel yang diteliti;
  • Menyatakan teknik analisis data;
  • Mendeskripsikan hasil analisis data;
  • Memberikan penafsiran terhadap kesimpulan analisis data;
5 Ringkasan dan Kesimpulan
  • Deskripsi singkat mengenai masalah, krangka teoretis, hipotesis, metodologi dan penemuan penelitian;
  • Kesimpulan penelitian yang merupakan sintesis berdasarkan keseluruhan aspek tersebut di atas;
  • Pembahasan kesimpulan penelitian dengan melakukan perbandingan terhadap penelitian lain dan pengetahuan ilmiah yang relevan;
  • Mengkaji implikasi penelitian;
  • Mengjukan saran
6.Abstrak
7.Daftar Pustaka
8.Riwayat Hidup
9.Usulan Penelitian
10. Lain-lain
11. Penutup
12. Catatan Akhir
9.2 Teknik Penulisan Ilmiah
Teknik Penulisan ilmiah mempunyai dua aspek yakni gaya penulisan dalam membuat pernyataan ilmiah serta teknik notasi dalam menyebutkan sumber dari pengetahuan ilmiah yang dipergunakan dalam penulisan. Komunikasi ilmiah harus bersifat jelas dan tepat yang memungkinkan proses penyampaian pesan yag bersifat reproduktif dan impersonal.
Bahasa yang dipergunakan harus jelas di mana pesan mengenai obyek yang ingin dikomunikasikan mengandung informasi yang disampaikan sedemikian rupa sehingga si penerima betul-betul mengerti tentang isi pesan yang disampaikan kepadanya.
9.3 Teknik Notasi Ilmiah
Tanda catatan kaki diletakan di ujung kalimat yang kita kutip dengan mempergunakan angka arab yang diketik naik setengah spasi. Catatan kaki pada tiap bab diberi nomor urut mulai dari anka 1 sampai habis dan diganti dengan nomor 1 kembali pada bab yang baru. Satu kalimat mungkin terdiri dari beberapa catatan kaki sekiranya kalimat itu terdiri dari beberapa kutipan. Semua kutipan, baik yang dikutup secara langsung maupun secara tidak langsung, Sumbernya kemudian kita sertakan dalam daftar pustaka.
BAB X
PENUTUP
10.1 Hakikat dan Kegunaan Ilmu
Ilmu memiliki fungsi yang bersifat estetik, yang kalau kita konsumsikan dengan baik, memberikan kenikmatan batiniah atau kepuasan jiwa. Jiwa kita tergetar, terharu, tersenyum oleh komunikasi aristik, menyebabkan dunia makna yang tak terjangkau kasat mata. Jiwa kita bertambah kaya, persepsi kita bertambah dewasa, yang selanjutnya akan mengubah sikap dan kelakuan kita.
DAFTAR PUSTAKA
S. Suriasumantri, Jujun. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2007
READ MORE - RANGKUMAN BUKU FILSAFAT ILMU KARANGAN JUJUN S. SURIASUMANTRI
 

  © Blogger template 'ASIK-For You' by uc1n.com Blog For Dhono-wareh Blog Karya tulis Ilmiah dan Makalah 2012

Blog Karya tulis Ilmiah dan Makalah